17 Mei 2013

Cara Internet USB Modem melalui Jaringan LAN pada Windows XP


  • Pada Komputer 1 –> yang terhubung dengan usb modem :
  • Sebelum melakukan sharing internet usb modem melalui jaringan LAN, sebaiknya pastikan telah menon-aktifkan (disable) Wireless Network Adapter dan mengaktifkan (enable) Local Area Network Adapter melalui klik Start –> Connect To –> Show all connection :


  • Selanjutnya lakukan setting share modem melalui Wireless Terminal properties dengan cara klik Start –> Connect To –> Show all connection –> pada Wireless Terminal lakukan klik kanan –> properties –> pilih Tab Advance. Selanjutnya lakukan centang pada pilihan seperti di bawah ini :


  • Apabila Anda menginginkan berbagi dial-up, maka centang juga yang tengah. Kemudian klik Setting yang ada di bawah maka akan muncul jendela Advance Setting. Pada Select the Service Running……… users can access, Lakukan centang pada semua cekbox untuk membatasi akses user pada jaringan. Pastikan setting berhasil yang ditandai dengan munculnya gambar tangan pada icon Wireless Terminal :
  • Langkah cara sharing internet modem melalui jaringan lokal LAN, adalah setting IP LAN Adapter pada komputer 1 dengan melakukan klik kanan pada icon Local Area Connection –> Properties –> Internet Protocol (TCP/IP) –> Setting maka akan muncul jendela setting IP. Masukkan IP Address : 192.168.0.1, Subnet Mask : 255.255.255.0 dan Default gateway : kosongkan.
  • Selanjutnya masukkan DNS Server. Isi kedua-duanya. Untuk mengetahui DNS Server koneksi internet yang Anda gunakan, silahkan masuk ke command prompt, selanjutnya pada prompt aktif ketikkan : ipconfig/all –> Enter maka akan muncul deretan nomor IP dari perangkat keras termasuk DNS Server :
  • Masukkan kedua DNS Server nya masing-masing pada kolom Preferred DNS Server dan Alternate DNS Server. Klik OK dan OK.


  • Sampai tahap ini, maka setting komputer 1 pada cara sharing internet pada usb modem melalui kabel LAN pada windows XP sudah selesai. Selanjutnya kita lakukan setting pada komputer 2.
  • Setting IP pada Komputer 2 :
  • Pada komputer 2, yang perlu dilakukan adalah setting IP LAN Adapter melalui klik Start –> Connect To –> Show all connection –> pada icon Local Area Connection –> klik kanan –> Properties. Pada jendela Local Area Properties –> pilih –> Internet Protocol (TCP/IP) dan masukkan IP Address : 192.168.0.(2 s/d 254), Subnet Mask : 255.255.255.0 (Automatic), Default gateway : 192.168.0.1.
  • Masukkan kedua DNS Server yang Anda peroleh di atas (sama dengan komputer 1) masing-masing pada Preferred DNS Server dan Alternate DNS Server :


  • setelah setting selesai langsung saja buka browser dan berbagi internet usb modem melalui jaringan LAN bisa dinikmati.


Keuntungan Dan Kerugian Open Source


Penggunaan open source belakangan ini semakin popular saja. Namun, open source ini memliki keuntungan dan kerugian.
Beberapa keuntungan :

  1. Adanya hak untuk mendistribusikan modifikasi dan perbaikan pada code.
  2. Ketersediaan source code dan hak untuk memodifikasi
  3. Tidak disandera vendor.Open source menggunakan format data terbuka, sehingga data menjadi transparan dan bisa dengan bebas diproses di sistem komputer yang berbeda-beda, sambil tetap menjaga keamananya. Dengan demikian, konsumen tidak lagi terikat pada kemauan vendor untuk dapat menggunakan data-datanya.
  4. Banyaknya tenaga (SDM) untuk mengerjakan proyek.
    Proyek
     open source biasanya menarik banyak developer, misalnya: pengembangan web server Apache menarik ribuan orang untuk ikut mengembangkan dan memantau.
  5. Kesalahan (bugs, error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki.
    Hal ini dikarenakan jumlah
     developer-nya sangat banyak dan tidak dibatasi. Visual inspection (eye-balling) merupakan salah satu metodologi pencarian bugs yang paling efektif. Selain itu, source code tersedia membuat setiap orang dapat mengusulkan perbaikan tanpa harus menunggu dari vendor.
  6. Kualitas produk lebih terjamin.
    Hal ini dikarenakan evaluasi dapat dilakukan oleh banyak orang, sehingga kualitas produk dapat lebih baik. Namun, hal ini hanya berlaku untuk produk open source yang ramai dikembangkan orang. Tidak selamanya
    open source dikembangkan oleh banyak orang, karena bisa juga dilakukan oleh individual.
  7. Lebih aman (secure).
    Sifatnya yang terbuka membuat produk open source dapat dievaluasi oleh siapa pun.
     Public scrutinity merupakan salah satu komponen penting dalam bidang keamanan. Secara umum, open source memiliki potensi untuk lebih aman meskipun dia tidak terkendali secara otomatis. Namun, hal ini dapat tercapai, jika security by obscurity bukan tujuan utamanya.
  8. Hemat biaya.Sebagian besar developer ini tidak dibayar/digaji.
    Dengan demikian, biaya dapat dihemat dan digunakan untuk pengeluaran yang tidak dapat ditunda, misal membeli
     server untuk hosting web.
  9. Tidak mengulangi development.
    Pengulangan (
    re-inventing the wheel) merupakan pemborosan. Adanyasource code yang terbuka membuka jalan bagi seseorang programmeruntuk melihat solusi-solusi yang pernah dikerjakan oleh orang lain. Namun, pada kenyataannya tetap banyak pengulangan.
  10. User dapat membuat salinan tak terbatas, menjual atau memberikan bebas hasil lisensi.
  11. User dapat memodifikasi dan mengunci agar hanya kalangan terbatas yang dapat membaca kode dan memodifikasinya.
  12. Mencegah software privacy yang melanggar hukum.
Beberapa kerugian :
  1. Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source.
    Ketersediaan source code yang diberikan dapat menjadi sia-sia, jika SDM yang ada tidak dapat menggunakannya. SDM yang ada ternyata hanya mampu menggunakan produk saja, Jika demikian, maka tidak ada bedanya produk
     open source dan yang propriertary dan tertutup.
  2. Tidak adanya proteksi terhadap HaKI.
    Kebanyakan orang masih menganggap bahwa
     open source merupakan aset yang harus dijaga kerahasiannya. Hal ini dikaitkan dengan besarnya usaha yang sudah dikeluarkan untuk membuat produk tersebut. Karena sifatnya dapat di-abuse oleh orang-orang untuk mencuri ide dan karya orang lain.
  3. Kesulitan dalam mengetahui status project.
  4. Tidak ada garansi dari pengembangan.
  5. Limitasi modifikasi oleh orang – orang tertentu yang membuat atau memodifikasi sebelumnya.
  6. Untuk beberapa platform, contohnya JAVA yang memiliki prinsip satu tulis dan bisa dijalankan dimana saja, akan tetapi ada beberapa hal dari JAVA yang tidak competible dengan platform lainnya. Contohnya J2SE yang  SWT – AWT bridge-nya belum bisa dijalankan di platform Mac OS.
  7. Open Source digunakan secara sharing, dapat menimbulkan resiko kurangnya diferensiasi antara satu software dengan yang lain, apabila kebetulan menggunakan beberapa Open Source yang sama.